Selasa, 31 Maret 2015

Perbedaan Sistem  32 Bit dan 64 Bit

Di dalam dunia komputer terdapat istilah yang mungkin sering kita dengar yaitu sistem 32 bit dan 64 bit. Namun, apakah kamu tahu perbedaannya? Mana yang sebaiknya di pakai pada komputer atau laptop kamu? Jika kamu belum tahu perbedaannya, saya akan menjelaskan beberapa perbedaan mendasarnya.

Istilah 32 bit dan 64 bit mengacu pada cara komputer prosesor menangani informasi. 64 bit versi Windows menangani sejumlah besar RAM lebih efektif daripada sistem 32 bit. Pada dasarnya, OS 64 bit jauh lebih unggul dibandingkan dengan OS 32 bit. Jadi, secara sederhana perbedaannya terletak pada jumlah informasi yang mampu ditangani oleh prosesor pada saat tertentu.

Sedangkan kata “bit” mengacu pada cara komputer menangani informasi dalam kode binary, di mana seluruh data dikenali sebagai serangkaian angka digit yang terdiri dari 1 atau 0. Masing-masing digit dihitung sebagai satu bit, yang artinya prosesor 32 bit dapat memproses 32 digit sekaligus.

Untuk menginstal OS versi 64 bit, kamu harus mempunyai CPU yang mampu menjalankan Windows versi 64 bit. Manfaat menggunakan 64 bit OS paling jelas ketika kamu mempunyai RAM dalam jumlah besar yang terpasang pada komputer kamu (biasanya 4 GB atau lebih) karena OS 64 bit dapat memanfaatkan sejumlah besar memori yang lebih efisien daripada OS 32 bit. OS 64 bit dapat lebih responsif ketika menjalankan beberapa program pada waktu yang sama dan sering beralih antar program.

Ada pula batasan matematis yang signifkan terhadap dua jenis prosesor. Prosesor 32 bit hanya dapat bekerja dengan kapasitas memori maksimal mencapai 4 GB dan ini biasanya dibatasi 2 GB untuk setiap satu DIMM memory. Sementara prosesor 64 bit dapat bekerja dengan kapasitas memory hingga 17 juta GB. Prosesor 64 bit juga mampu menangani tugas hingga 2x lipat.

Sebelumnya, mustahil setiap program memerlukan lebih dari 2 GB memory. namun, beberapa video game kini telah melebihi batas tersebut. Alasan inilah yang membuat prosesor 64 bit menjadi sangat populer. Windows edisi 64 bit dapat menjalankan sebagian besar software yang dirancang untuk edisi 32 bit melalui modus kompatibitas khusus. Namun hasilnya bisa sangat bervarisasi. Menggunakan OS 64 bit juga bisa menimbulkan sedikit masalah pada driver, yang merupakan sebagian kecil software untuk mengkoordinasi setiap hardware dengan OS.

Kesimpulannya, jika kamu hanya memiliki RAM 4 GB atau kurang, lebih baik memakai OS 32 bit saja, terutama notebook yang rata-rata hanya memiliki 2 slot memory yang 1 slot hanya terdiri maks 2 GB saja. Untuk driver biasanya perusahaan notebook hanya menyediakan driver 32 bit saja.


Jika komputer kamu memiliki RAM di atas 4 GB, silahkan memakai OS 64 bit, dengan catatan kamu tidak dapat menggunakan beberapa hardware lama yang drivernya tidak tersedia oleh produsennya. OS 64 bit hanya berguna untuk bekerja berat, seperti merender 3 Ds Max, pokoknya yang berat-berat.


Keuntungan Menggunakan 64 Bit 

Pada teorinya system 64 bit itu lebih cepat dalam memproses suatu data dibandingkan dengan system 32 bit. Bahkan dalam menangani memory RAM pun 32 bit hanya mampu 4Gb tapi pada komputer kadang terbaca hanya 3,25Gb saja sedangkan untuk system 64 bit bisa lebih dari 4Gb.

Salah satu keuntungan terbesar menggunakan Windows 64-bit adalah kemampuannya untuk mengakses RAM di atas 4 GB yang sebelumnya belum bisa dilakukan oleh system 32 bit. Kemampuan untuk mengalamatkan lebih banyak RAM membuat Windows meminimalkan waktu yang diperlukan untuk menukar proses masuk dan keluar dari RAM. Oleh karena itu, Windows dapat memproses data dengan lebih cepat dan efisien.

Walaupun mungkin akan memerlukan proses waktu yang lama, dapat dipastikan system 64 bit akan menggantikan system 32 bit yang ada saat ini. Yang harus anda perhatikan sebelum beralih ke system 64 bit, anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini :

·   Perangkat keras anda harus kompatibel dengan system 64 bit. Banyak yang mengeluh terhadap ketersediaan driver karena driver yang berjalan pada windows 32 bit tidak dapat di jalankan pada systm 64 bit. Tetapi, seiring berjalannya waktu, pihak pengembang hardware mulai menyediakan driver khusus 64 bit untuk hardware yang mereka produksi.

·   Banyak aplikasi 32 bit yang tidak dapat dijalankan pada system 64 bit karena perbedaan struktur system. Tetapi dengan adanya Program Compatibility Assistant yang ada pada windows 64 bit, anda masih dapat menjalankan aplikasi 32 bit pada windows 64 bit.


34 Bit Hanya bisa Memory

Processor 32-bit, berarti processor tersebut mempunyai pengelolaan data selebar 32 digit biner (binary digit). Sedangkan untuk processor 64-bit, pengelolaan datanya lebih lebar, yaitu 64 digit biner. Hal ini berpengaruh terhadap besarnya data yang dapat diolah. Karena processor 32 bit hanya punya “space” sebesar 32 untuk digitnya, maka angka yang dapat diolah adalah 2^32 atau antara 0 sampai dengan 4.294.967.295.





  Mungkin hanya para ilmuwan yang benar-benar membutuhkan angka sebesar. Namun tunggu dulu! Kita tidak dapat menarik kesimpulan tentang processor 32-bit dan 64-bit hanya berdasarkan hal tersebut. Hal tersebut juga bukanlah satu-satunya yang membedakan antara processor 32-bit dan 64-bit.





Pengaruh yang signifi kan adalah pada register. Register merupakan unit penyimpanan data terkecil dalam CPU. Register dalam sebuah processor berdiri pada tingkat tertinggi dalam hierarki memory, yang artinya kecepatan aksesnya adalah yang paling cepat (dibandingkan RAM, cache ataupun harddisk) walaupun kapasitasnya adalah paling kecil. 





Pada CPU, register terdiri dari berbagai macam, misalnya register data (digunakan untuk menyimpan bilangan bulat), register alamat (untuk menyimpan alamat memory atau mengakses alamat memory di RAM), register general purpose (dapat digunakan untuk menyimpan angka maupun alamat memory), register floating point (digunakan untuk menyimpan bilangan pecahan), register konstanta (merupakan register read-only untuk menyimpan nilai yang pasti, seperti phi, null, true), register vektor, dan register special purpose (menyimpan data internal processor).





Salah satu kegunaan dari register adalah saat processor memerlukan untuk melakukan operasi aritmatika. Nilai-nilai yang hendak diproses akan disimpan terlebih dulu pada register (misalnya pada register data atau register general purpose), demikian juga hasil dari operasi tersebut, akan diletakkan pada register. Register pada processor 64-bit tentunya akan menghasilkan presisi yang lebih tinggi daripada processor 32-bit, terutama untuk bilangan pecahan (sebagai perbandingan, processor pertama dari Intel adalah processor 4004 yang merupakan processor 4-bit). 





Pengaruh lainnya ada pada pengalamatan. Salah satu register untuk menunjuk pada alamat tertentu di memori adalah register alamat. Pada arsitektur 32 bit, alamat memori yang dapat ditunjuk sebesar 2^32 alamat yang unik (atau 4GB). Hal ini menyebabkan prosesor 32 bit hanya dapat mengacu pada alamat memori sebanyak 4GB.





Pada komputer berbasis Windows memori sebesar 4GB ini akan terbagi untuk penggunaan kernel dan aplikasi, masing-masing 2GB, sehingga aplikasi hanya dapat mengakses maksimal 2GB. Penambahan memori di atas 4GB menjadi tidak berguna jika menggunakan prosesor 32 bit. Untuk processor 64-bit, pengolahan memory dapat dilakukan hingga 2^64 atau 16 Eksa Byte (lebih dari 16 miliar GiB).